Karya Seorang Penakut

mengatasi_anak_yang_penakut

Menciptakan sebuah karya yang otentik pasti akan menjadi impian setiap orang yang berhasrat. Terlepas apapun karya tersebut. Karya tidak melulu soal keindahan atau seni, bagiku karya lebih kepada satu bukti eksistensi diri di alam raya ini, entah itu berupa benda atau sumbangan pemikiran.

Dengan karya, maka kita ada. Dan dengan karya, maka kita telah meninggalkan seberkas jejak di dalam bagian sejarah. Apakah karya tersebut akan dikenang atau tidak, bukan menjadi soal. Semua orang berhak mendefinisikan karya dengan cara mereka sendiri. Sementara bagiku, esensi dari sebuah karya adalah suatu hal yang dapat memberikan manfaat baik itu untuk diri kita sendiri ataupun orang banyak.

Seperti ucapan Tuhan dalam kitabnya, bahwa sebaik-baik manusia adalah ia yang membawa manfaat bagi orang di sekitarnya. Indah, bukan?

Benar, bagiku karya terbesar seorang manusia adalah suatu hasil dari dirinya baik itu berupa buah pemikiran ataupun benda yang dapat memberikan manfaat kepada orang banyak. Bayangkan, betapa indahnya jika karya yang kita hasilkan ternyata dapat membawa senyum bahagia untuk orang-orang di sekitar kita. Tentunya itu adalah sebuah kepuasan yang tidak dapat ditakar dengan materi.

Telah begitu banyak tercatat dalam sejarah, nama-nama dari mereka yang telah membuahkan karya luar biasa bagi kehidupan dan kemanusiaan. Mereka adalah orang-orang luar biasa yang terkenal berani meruntuhkan tembok penghalang di hadapan mereka.

Read More

[Review] Girls In The Dark: Panggung Untuk Bersandiwara

girls-in-the-dark

Judul: Girls In The Dark

Penulis: Akiyoshi Rikako

Penerjemah: Andry Setiawan

Penerbit: Haru

Tahun Terbit: November 2016 (Cetakan IX)

Rate: 4/5


Sinopsis

Apa yang ingin disampaikan oleh gadis itu?

Gadis itu mati. Ketua Klub Sastra, Shiraishi Itsumi, mati. Di tangannya ada setangkai bunga lily.

Pembunuhan? Bunuh Diri?

Tidak ada yang tahu.

Satu dari enam gadis anggota Klub Sastra digosipkan sebagai pembunuh gadis cantik berkarisma itu. Seminggu sesudahnya, Klub Sastra mengadakan pertemuan. Mereka ingin mengenang mantan ketua mereka dengan sebuah cerita pendek. Namun ternyata, cerita pendek yang mereka buat adalah analisis masing-masing tentang siapa pembunuh yang sebenarnya. Keenam gadis itu bergantian membaca analisis mereka, tapi . . . .

Kau pernah berpikir ingin membunuh seseorang?

Read More

[Review] King of Artist The Trafalgar Law: Si Bajak Laut Yang Lagi Telanjang Dada

good-pvc-anime-death-surgeon-font-b-king-b-font-font-b-of-b-font-font

Model: King of Artist The Trafalgar Law

Manufacture: Unknown (Bootleg Banpresto)

Tinggi: 26 cm

Artikulasi: No

Rate: 3.8/5


Siapa yang tidak mengenal Trafalgar Law?

Ya, ia adalah karakter dari seri manga One Piece. Law adalah kapten sekaligus dokter bedah dari kru Heart Pirates yang berasal dari North Blue. Meskipun sempat berstatus rookie, tapi nilai buruannya sudah mencapai  200.000.000 belly, nilai buruan yang terbilang cukup besar untuk seorang bajak laut dengan status rookie. Sosok Law mulai mencuri perhatian para pecinta manga One Piece setelah ia berperan besar dalam menyelamatkan nyawa Luffy saat perang di Marineford. Setelah perang yang berkecamuk itu selesai, ia pun diangkat menjadi Shichibukai yang baru setelah berhasil menyerahkan seratus jantung kepada Pemerintah Dunia, yang sekaligus menaikkan nilai buruannya menjadi  440.000.000 belly. Seperti yang telah diketahui, Law juga memiliki kekuatan buah iblis yang bernama Ope Ope no Mi, dengan memakan buah iblis jenis ini maka Law memiliki kemampuan untuk dapat menciptakan sebuah ruang yang membatasi gerak lawan dan dapat dikontrolnya sesuka hati.

Read More

Ingin Jadi Penulis, Katanya.

writing

Usianya sudah hampir menanjak seperempat abad dan masih memiliki sekelebat pemikiran di dalam kepalanya yang setara dengan pentium IV. Ia sudah cukup berumur, dan boleh dikatakan telah dewasa. Disaat rekan sejawat dan seperjuangan telah mulai menapaki kehidupan yang baru dan menantang, ia masih belum memulai langkah panjangnya. Katanya ia sempat berujar ingin menjadi pengusaha, namun tak berapa lama, ia berujar lagi kalau dunia sebagai penulis pun ingin dijajaki. Keinginan yang sepertinya selalu berubah-ubah. Nah, yang terakhir kali, ia sempat membatin bahwa hidup itu mengalir saja, nikmati dan tak perlu risau, let it flow saja katanya. Bah, ternyata ia sudah mulai merambah pemikiran sufi, yang tak tahu darimana datangnya itu.

Nah, saat berniat menjadi pengusaha, ia mencoba untuk berjualan buku. Pikirnya itu adalah kesempatan, karena tidak banyak yang menggeluti bidang tersebut dan dunia literasi juga sedang/akan menanjak. Namun karena angin-anginan, kegiatan itupun tak berapa lama pula ia geluti. Alasannya sih karena tidak banyak memiliki modal, tidak memiliki koneksi bisnis, atau distributor yang sulit dicapai.

Read More