Supernova: Gelombang

IMG_20151226_143108

Judul: Gelombang

Penulis: Dee Lestari

Penerbit: Bentang Pustaka

Rate: 5/5


Spoiler alert!!!

Cerita berawal dengan pencarian Gio terhadap Diva di Rio Tambopata yang menemui jalan buntu. Di tengah keputusasaannya akan pencarian Diva yang tidak membuahkan hasil, tanpa disangka, pria misterius bernama Amaru yang pernah menemuinya di Vallegrande kembali muncul.

Kemunculan Amaru tidak lain adalah untuk menjelaskan perihal empat buah batu hitam yang dititipkannya kepada Gio dan tentang pencarian Gio.

“Senor, Anda baru kehilangan seseorang?” Gelombang, hlm. 12

Pertanyaan tiba-tiba yang dilontarkan Amaru tersebut membuat Gio tersentak kaget. Apa yang diketahui pria ini tentang hilangnya Diva?

“Saat ini, Anda adalah kain itu. Apa yang Anda cari tidak bisa ditemukan karena keterbatasan Anda sendiri. Bukan karena tidak ada.” —Gelombang, hlm. 14

Amaru hanya berpesan kepada Gio agar ia tidak salah dalam menentukan prioritas pencariannya. Menurutnya terlebih dulu Gio harus menemukan apa yang masih bisa ia lihat, hingga nanti ia akan melihat apa yang sekarang belum terlihat.

Kemudian cerita beralih ke masa yang lama berselang, tepatnya di Sianjur Mula-Mula. Di sana, sebuah upacara gondang yang akan mengubah hidup Alfa (Ichon) selamanya sedang berlangsung. Saat suasana yang membuat bulu kuduk merinding, seorang diri, Alfa melihat sosok makhluk hitam besar yang disebut Si Jaga Portibi. Yang kemudian menghantuinya, hingga ke alam mimpi.

Di tengah pertaruhan nyawanya dengan sosok hitam mengerikan itu, Ompu Togu Urat, seorang sakti di desanya, ingin Alfa menjadi muridnya dan ia berjanji dapat mengusir makhluk jahat tersebut. Sementara itu, seorang sakti lain, Ompu Roggur datang kepada Alfa dengan tujuan sama.

Siapa yang harus Alfa pilih?

“Persimpangan pertamamu, Chon,” kata Nai Gomgom. “Perjalananmu sudah dimulai”. Gelombang hlm. 65

Perkataan Nai Gomgom ini selalu terngiang di kepala Alfa. Tapi ia harus memilih persimpangan pertamanya, namun Alfa memilih jalan yang salah-pada awalnya. Ompu Togu Urat malah ingin menenggelamkannya, beruntung masih ada Ompu Roggur.

Selepas kejadian tersebut, Alfa dan keluarganya akhirnya hijrah ke Jakarta. Di kota inilah jalan Alfa terbuka lebar, hingga ia berkesempatan melanjutkan sekolah ke New York, kota impiannya sejak kecil. Saat tinggal di New York, dengan kejeniusannya Alfa sukses bekerja di Andromeda Capital. Hingga pada suatu malam, pertemuannya dengan seseorang memicu Alfa untuk menghadapi kembali ketakutan terbesarnya, Si Jaga Portibi.

Namun, alam mimpi Alfa yang menghantuinya itu ternyata menyimpan rahasia besar yang tidak pernah ia bayangkan. Di Lembah Yarlung, Tibet, semuanya mulai terkuak.

—————–

Bagi pecinta seri Supernova, buku Gelombang dapat menjadi pemuas dahaga para pembaca setelah Partikel. Tidak perlu berpikir dua kali untuk berebut memburu buku ini. Bahkan bagi pembaca yang belum familiar dengan seri Supernova (seperti saya). Awalnya saya sendiri tidak kenal dengan seri Supernova ini, dan membacanya pun bukan runtut dari buku pertama tapi malah dari buku Gelombang ini. Setelah membaca 1/3 bagian cerita, tanpa pikir panjang, saya langsung berburu seri 1-4 buku ini. Luar biasa, Supernova sudah seperti candu bagi saya yang tidak dapat dilawan.

Oiya, kalau menurut saya, setiap seri supernova ini sebenarnya dapat berdiri sendiri, tidak perlu terikat dengan buku sebelumnya. Jadi, buat pembaca baru tidak usah takut untuk membacanya tanpa harus membaca buku sebelumnya terlebih dahulu. Namun harus hati-hati, bakalan sakau loh.

Kembali ke review.

Kalau dilihat, buku 5 ini tidak berbeda jauh dengan seri sebelumnya dari segi alur ceritanya. Di awal cerita buku ini pembaca diajak untuk mengenal tokoh-tokoh yang terlibat di dalamnya sembari diselubungi dengan misteri-misteri yang menjadi pondasi utama cerita, dan membuat penasaran tentunya. Kalau boleh dibilang sih, ibarat sedang mengupas kulit bawang, setiap misteri tadi mulai terkuak secara perlahan namun pasti, sambil diselingi dengan bumbu-bumbu cerita yang pas. Dari awal sampai akhir, alur cerita dijaga dengan baik sehingga tercipta klimaks yang dapat menyatu dengan konflik utamanya.  Selain itu, bisa dibilang buku ini memiliki elemen yang lengkap;  humor, romansa, science, mitologi, bahkan thriller.

Yang menarik, Dee merangkai ceritanya dengan dibalut budaya Indonesia beserta mitos-mitosnya yang kental. Dalam Gelombang ini, Dee sukses mengangkat budaya suku Batak yang mungkin hanya diketahui segelintir orang agar dapat dinikmati para pembaca. Pembaca seperti ikut menelusuri tanah Batak, berjalan di desanya yang teduh, jauh dari hingar-bingar perkotaan. Pembaca juga dapat merasakan suasana mencekam saat Alfa bertemu Si Jaga Portibi di alam mimpi, dan hampir tewas tenggelam oleh Ompu Togu Urat. Di sinilah kehebatan Dee dalam merangkai setiap kata agar dapat tervisualisasikan dengan baik di dalam imajinasi pembaca. Dan Alfa berhasil menjadi perantara sekaligus partner Dee kepada pembaca.

Oiya, bicara soal Alfa, Ada humor yang tidak kepikiran loh. Coba bayangin, orang Batak memberi nama anaknya Thomas Alfa Edison, dipanggil Ichon. Ada juga Sir Isaac Newton, dipanggil Uton dan Albert Einstein yang dipanggil Eten, kalau dipikir aneh sih kalau orang Batak kasih nama beginian ke anaknya. Tapi kalau dipikir, lucu juga sih, unik gitu.

Secara keseluruhan, saya menyukai Gelombang seperti seri Supernova sebelumnya yang selalu membuat pembaca tidak mau melewatkan setiap lembar bukunya walau cuma sebentar, kecuali KPBJ yang membuat kepala saya rada mumet karena gaya bahasa Dee. Dari sisi ide dan konsep, Gelombang hadir dengan nuansa baru yang mengombinasikan aspek-aspek yang tidak terpikirkan oleh penulis lain. Dee selalu bisa mendeskripsikan budaya, gaya pembicaraan, dan elemen-elemen lain yang dapat membuat sebuah cerita menjadi solid dan begitu hidup.

Advertisements

2 comments

  1. Imam · January 9, 2016

    rancak meliat buku ni di gramed, urutannya bukunya ky pa ?

    Like

    • maulidiabd · January 11, 2016

      Seri supernova nih total ada 6 buku, tapi hanyar 5 seri yg terbit.
      Buku 1 judulnya Ksatria, putri, dan bintang jatuh (KPBJ)
      Buku 2 judulnya akar
      Buku 3 judulnya petir
      Buku 4 judulnya partikel
      Buku 5 judulnya gelombang

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s