Review: Perempuan Patah Hati Yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi- Eka Kurniawan

Processed with VSCO

Sumber: @bukumaul (instagram)

Judul: Perempuan Patah Hati Yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi

Penulis : Eka Kurniawan

Penerbit : Bentang Pustaka

Rate: 5/5


 

Sinopsis

Mimpi itu memberitahunya bahwa ia akan memperoleh seorang kekasih. Dalam mimpinya, si kekasih tinggal di kota kecil bernama Pangandaran. Setiap sore, lelaki yang akan menjadi kekasihnya sering berlari di sepanjang pantai ditemani seekor anjing kampung. Ia bisa melihat dadanya yang telanjang, gelap, dan basah oleh keringat, berkilauan memantulkan cahaya matahari. Setiap kali ia terbangun dari mimpi itu, ia selalu tersenyum. Jelas ia sudah jatuh cinta kepada lelaki itu.

“Kalian orang-orang tolol yang percaya pada mimpi” – Perempuan Patah Hati Yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi, hlm. 34

Maya merupakan seorang gadis tengah patah hati lantaran ditinggal kekasihnya pergi tepat satu malam sebelum hari pernikahan mereka. Yang lebih menyakitkan, kekasihnya pergi meninggalkannya untuk seorang perempuan yang sangat ia kenal, sahabatnya sendiri. Hal ini telah membuat Maya sedemikian depresi dan menoreh malu yang tak terperi bagi keluarga Maya.

Sampai suatu ketika ia mengalami mimpi aneh yang sama setiap kalinya, mimpi tentang seorang lelaki yang sering berlari di tepi pantai bersama seekor anjingnya. Melalui mimpi inilah Maya merasa kalau ia telah menemukan jodohnya yang sebenarnya, hingga pada suatu hari Maya bertekad untuk mencari lelaki dari mimpinya itu di kota kecil bernama Pangandaran. Perjudian Maya pun dimulai, apakah lelaki di dalam mimpinya itu benar-benar ada atau ia hanya akan dipermainkan oleh hidup untuk kesekian kalinya?

——

Sebagai antologi cerpen yang mengambil tajuk utama Perempuan Patah Hati Yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi (judul yang menurut saya cukup panjang), buku ini sama sekali tidak mengecewakan pembaca, justru malah dapat memuaskan pembaca dengan gaya penulisan dari penulis yang sungguh memukau (khususnya bagi saya).

Cerita-cerita di dalam buku ini meskipun dikemas dengan begitu memilukan, namun tetap disajikan dengan alur yang memikat dan penuturan yang rapi dan tentunya masih terasa manis untuk dinikmati pembaca, sehingga rasanya tidaklah keliru jika saya memberikan rate 5/5 pada buku ini.

Dalam buku ini, terdapat lima belas cerita pendek dari Eka Kurniawan, diantaranya:
1. Gerimis Yang Sederhana
2. Gincu Ini Merah, sayang
3. Perempuan Patah Hati Yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi
4. Penafsir Kebahagiaan
5. Membuat Senang Seekor Gajah
6. Jangan Kencing Di Sini
7. Tiga Kematian Marsilam
8. Cerita Batu
9. La Cage Aux Folles
10. Setiap Anjing Boleh Berbahagia
11. Kapten Bebek Hijau
12. Teka-teki Silang
13. Membakar Api
14. Pelajaran Memelihara Burung Beo
15. Pengantar Tidur Panjang

Sebagian besar cerita di atas, yang disuguhkan Eka Kurniawan, seperti menggambarkan problema kehidupan masyarakat sehari-hari dimana kehidupan yang kita pikir dilalui dengan begitu mulus ternyata menyimpan pergolakan batin yang begitu getir bagi setiap individu. Selain itu ide cerita yang sederhana (mengangkat cerita keseharian) dalam buku ini ternyata mampu dieksekusi dengan tingkat kompleksitas yang menarik oleh penulis, dan dibalut dengan kata-kata yang indah serta twist yang tidak terduga di beberapa cerita.

Dalam antologi cerpen ini ada beberapa cerita yang saya suka, sebenarnya lebih karena ide cerita yang menarik dan alur yang tidak diduga, tentunya dengan penuturan yang sangat enak dibaca. Salah satunya adalah cerita yang berjudul “Gincu Ini Merah, Sayang”. Dalam cerita ini saya menyukai tema yang diangkat oleh penulis, yaitu mengenai kehidupan seorang PSK. Cerpen ini menceritakan mengenai pertemuan Marni, seorang PSK yang bekerja di sebuah tempat hiburan malam, dengan Rohmat Nurjaman, pria yang awalnya adalah pelanggan setia Marni namun akhirnya bersedia meminang Marni untuk menjadi istrinya.

“Sejak ia jatuh cinta kepada Rohmat Nurjaman, apalagi setelah mereka menikah, ia tak pernah membuat merah bibirnya untuk lelaki lain”- Perempuan Patah Hati Yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi, hlm. 24

Cerita diawali dengan narasi yang membuat pembaca bertanya-tanya, apa yang terjadi dengan Marni, kenapa ia ditangkap oleh petugas dan disangka sebagai PSK meskipun ia mengaku sedang menunggu suaminya. Penulisan cerita dengan alur maju-mundur oleh penulis membuat cerita ini menjadi menarik, meskipun perkara dalam cerita ini sangat sederhana, namun penulis mampu mengeksekusinya dengan begitu brilian sehingga menjadikan ceritanya berkelas.

Dan saya rasa gaya penceritaan seperti ini seolah menjadi ciri khas dari Eka Kurniawan, dan anehnya saya sangat menikmatinya. Jika seandainya buku ini ditulis dengan alur yang terus bergerak maju, maka segalanya akan nampak terlalu gamblang. Tapi sepertinya Eka ingin mencoba menantang pembacanya dengan sebuah permainan alur cerita maju mundur, dan sedikit demi sedikit pembaca diajak untuk ikut larut dalam cerita sehingga pembaca seperti diajak untuk memahami karakter dari tiap tokoh, pembaca seolah diajak untuk mengupas latar belakang cerita dalam buku ini secara perlahan namun pasti hingga akhirnya mencapai klimaks yang diinginkan penulis.

Selain cerita Gincu ini merah sayang, ada juga cerita yang berjudul Tiga Kematian Marsilam dan Teka-teki Silang yang menjadi jagoan saya. Kedua cerita ini sama-sama mempunyai klimaks yang tidak terduga, dan sejak awal pembaca disuguhi oleh cerita yang mengusik daya pikir. Contohnya saja pada cerita Tiga Kematian Marsilam, dalam cerita ini saya sempat berhenti di tengah cerita dan membalik halaman dari awal hanya untuk memastikan kejadian apa yang sebenarnya menimpa Marsilam, mengapa ia bisa mati dan hidup kembali?

Cerita diawali dengan adegan tragis Marsilam yang melompat dari atas bangunan hotel, belum apa-apa tokoh utama sudah dibikin mati, ini aneh. Tapi seiring berjalannya cerita, pembaca lagi-lagi disuguhi plot yang tidak biasa, dan mengundang tanya. Eka memainkan bagian yang seharusnya menjadi ending cerita dan meletakkannya di awal, lalu pembaca seperti kembali diajak menyusuri latar belakang kehidupan Marsilam sebelum ia nekad loncat dari hotel. Hingga akhirnya misteri yang menyelimuti keseluruhan cerita terungkap.

Lain lagi dengan cerita Teka-teki Silang, sebuah cerita dengan ramuan alur sama dan dengan ide cerita sederhana pula namun dieksekusi dengan luar biasa. Sebenarnya saya berpikir jika cerita ini diangkat menjadi sebuah film thriller maka akan jadi tontonan yang menarik, karena menurut saya memiliki pondasi cerita yang kuat dan ada twist yang tidak diduga-duga dalam cerita serta dikemas dengan misteri sang tokoh utama, Juwita.

Cerita diawali dengan pembaca diajak berkenalan dengan juwita, seorang maniak teka-teki silang (TTS) yang tanpa sengaja menemukan sebuah surat kabar bekas dengan sebuah TTS kosong melompong. Merasa tertantang untuk mengisi, Juwita lalu memungut dan mengisinya. Awalnya isian TTS tersebut biasa saja, bahkan tidak terlalu menantang bagi Juwita. Namun yang aneh, jawaban dari TTS tersebut malah seperti sebuah ramalan, contohnya saja saat bagian TTS yang memuat jawaban-jawaban berupa; kucing-mati-terbakar. Tanpa diduga, ternyata Juwita malah menemukan bangkai kucing mati terbakar di halaman rumahnya. Seolah TTS tersebut meramalkan kejadian yang akan menimpa Juwita. Nah, adegan-adegan menarik mengenai TTS Juwita ini terus berlanjut, hingga pada akhir cerita pembaca disuguhkan ending yang tidak terduga dengan TTS yang berkaitan dengan siapa sebenarnya Juwita.

Sungguh cerita yang sangat brilian untuk sebuah cerpen yang pernah dimuat di media massa.

Secara keseluruhan saya sangat menyukai kumpulan cerita dari Eka Kurniawan ini, saya yakin pujian saya hanyalah sebagian kecil dari pujian yang telah didapatnya dalam menulis, tidak ada yang bisa saya ungkapkan selaian sungguh tulisan yang sangat memukau. Buku ini seolah menunjukkan kelas seorang Eka Kurniawan, dan menurut saya ia akan menjadi sosok penulis yang akan mendobrak sastra Indonesia di kemudian hari.

Dan menurut saya, selain menyajikan humor yang tidak biasa, buku ini seperti menunjukkan kepada pembaca bahwa di balik kehidupan yang getir sekalipun masih ada sisi manis untuk dinikmati.

Terakhir, Eka Kurniawan sungguh penulis yang brilian.

 

 

*Hasil ulasan bersumber dari buku Perempuan Patah Hati Yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi, dan ada beberapa tulisan yang juga saya ambil dari ulasan blog janebookienary

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s