Aku(bukan)lah Penguasa Waktu

 

download

Jumat pagi yang muram mengawali segala aktivitasku kala itu, tetes-tetes air tampak jatuh ke bumi dengan begitu enggan, seolah malas untuk melaksanakan tugasnya di pagi hari.

Aku, yang masih seorang hina, yang merasa sedang terombang-ambing di tengah samudera luas dengan hanya bertopang sekoci kecil, duduk terpaku di sebuah ruang sepi berukuran dua puluh kali sepuluh meter yang disebut oleh para pengajar di lingkungan sekolah sebagai ruang guru.

Aku, yang masih seorang hina, tengah mencoba untuk bertafakur. Merenungi setiap noda hitam yang telah kutorehkan di atas kanvas putih selama masa hidup yang kujalani, dan kini kanvas itu sudah menjadi semakin kelam. Pikirku, apakah semua noda yang menumpuk itu masih bisa terhapus dari permukaan kanvasku? Apakah segala kecerobohan dan kesalahan yang telah lalu dapat kuperbaiki atau hanya akan terulang kembali?

Pertanyaan-pertanyaan yang aku sendiri pun masih sulit untuk menjawabnya.

Hari semakin muram, rintik air yang semula masih turun dengan enggan kini telah terjun dengan bebasnya dan menghempas-menerjang permukaan bumi, layaknya para suporter bola yang sedang rusuh dan tanpa ragu mengeroyok lawannya hingga babak belur. Deras air hujan yang dingin kini tengah membasahi bumi, bahkan hingga ke sudut terkecilnya.

Kualihkan pandangan, kutatap dua buah daun pintu yang sedari tadi menganga lebar, yang menyajikan lanskap berupa hamparan halaman sekolah yang sepi dan becek lantaran diguyur hujan sejak pagi hari. Seketika, sepi kurasakan. Ku coba resapi momen tersebut, dan waktu pun terasa berhenti karenanya. Seolah memberikan kesempatan kepadaku untuk bisa berduaan dan menikmati setiap sensasi yang menghampar.

Ah, seandainya akulah penguasa waktu. Yang bisa mengendalikan waktu sesuka hatiku, berkelana kesana-kemari melintasi zaman, mematahkan teori fisikawan, dan membelah kenangan.

Andai akulah penguasa waktu.

Kan kuterobos batas antar ruang dan waktu.

Bebas dan lepas tanpa beban.

Hei, akulah penguasa waktu.

Aku akan berkelana melintasi zaman.

Hanya aku, dan cuma aku.

Dan jika demikian memang terjadi.

Maka, pasti aku kan dapat menghapus segala noda hitam yang telah kutoreh. Layaknya bermain game, aku dapat mengulang permainan dari awal dan memperbaiki kekeliruanku.

Ah, sungguh menyenangkan

Karena akulah penguasa waktu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s