Dialah Umar Kayam

Menandai hari kemerdekaan Indonesia yang ke-71 ini, saya pribadi berniat untuk secara berkelanjutan membuat semacam kolom tulisan yang isinya memuat tentang profil para tokoh sastrawan Indonesia, baik dari periode angkatan pujangga lama hingga angkatan 2000-an. Dengan tulisan semacam ini bukan berarti saya menjadi lebih tahu mengenai para sastrawan ini, melainkan saya pribadi menjadikan medium ini untuk saya agar lebih mengenal dan mengetahui para sastrawan yang ada di Indonesia, dan tentunya semoga tulisan semacam ini nantinya juga dapat bermanfaat bagi pembaca sekalian.

Baiklah untuk tulisan perdana, mari kita mulai dengan sosok pria satu ini

Umar Kayam (1932-2002)

umar kayam

Pria kelahiran Ngawi, Jawa Timur, tahun 1932 ini merupakan seorang sosiolog, novelis, cerpenis, dan budayawan juga seorang guru besar di Fakultas Sastra Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Bahkan ia juga sempat bermain sebagai Bung Karno dalam sebuah film propaganda yang digarap oleh pemerintah Orde Baru yang berjudul Pengkhianatan G-30 S PKI. Film yang sempat menjadi tontonan wajib bagi seluruh warga Indonesia mulai dari anak-anak sampai orang dewasa pada masa itu.

Umar Kayam merupakan anak dari pasangan Sastrosoekotjo dan Koentjiati. Ayah Umar Kayam, Sastrosoekojto, adalah seorang guru di Hollands Islands School (HIS) yang berharap agar kelak anaknya ini dapat menjadi seperti Omar Khayam (seorang sufi, filsuf, ahli perbintangan, ahli matematika, dan pujangga kenamaan asal Persia yang hidup pada abad ke-12), tidak mengherankan jika ayahnya memberi ia nama Umar Kayam.

Umar kecil mengawali pendidikannya lewat HIS Mangkunegoro Surakarta, yang belanjut ke MULO (lembaga pendidikan setingkat SMP), lalu menempuh jenjang SMA bagian bahasa di Yogyakarta. Di Yogyakarta ia kemudian masuk ke Fakultas Paedagogi, Universitas Gajah Mada (UGM), ia meraih gelar B.A (sarjana muda) pada tahun 1955 di sana. Sebagai seseorang dengan hasrat pendidikan yang menggebu, Umar Kayam (UK) seakan tidak pernah bosan untuk melanjutkan pendidikannya.

Selepas dari UGM, UK melanjutkan pendidikan ke Universitas New York, di Amerika Serikat. Ia berhasil meraih gelar M.A. (1963) di sana. Dua tahun kemudian, tepatnya pada tahun 1965, ia kembali menunjukkan kemauan dan kemampuannya dalam menggali ilmu, ia meraih gelar Ph.D dari Universitas Cornell, Amerika Serikat. Dan terakhir, ia memperoleh gelar professor dari UGM, tempat ia mengabdikan ilmunya, pada tahun 1986 dan dikukuhkan sebagai guru besar Fakultas Sastra UGM pada tahun 1988.

Meskipun Umar Kayam memiliki latar belakang pendidikan yang beragam, nampaknya darah seni yang mengalir dalam tubuhnya tidak lantas luntur begitu saja, ini terbukti dari hadirnya beberapa cerpen, esai, dan juga novel yang telah ditulisnya. Seperti Seribu Kunang-kunang Di Manhattan, Totok dan Toni, Sri Sumarah dan Bawuk, Para Priyayi, dan lain sebagainya. Sehingga tidak mengherankan kalau UK pernah mendapatkan penghargaan Sastra Asean pada tahun 1987 atas sumbangsihnya dalam bidang sastra.

Dalam karir kepenulisannya, UK sempat menjadi kolumnis di beberapa media massa. Seolah belum lengkap, UK ternyata juga pernah menjadi penulis sebuah skenario film, yaitu film Jalur Penang dan Bulu-bulu Cendrawasih (1978). Berdasarkan tulisan di sebuah situs lokal, UK terkenal dengan ciri tulisannya yang berbau renungan, tetapi tidak serta merta mengajak pembacanya berpikir terlalu berat hingga merasa didikte. Selain itu, kekhasan cerita-ceritanya juga terkenal tidak memiliki satu arti khusus. Ia seolah ingin memberi kebebasan kepada pembacanya untuk menyimpulkan dan menafsirkan cerita yang dibaca. Ia sekadar memberikan gambaran suasana tertentu yang terbias melalui pergolakan batin setiap tokohnya. Dalam novelnya, ia mampu menampilkan realitas individu yang tidak tertangkap dengan jeli oleh sejarah (sumber).

Ialah Umar Kayam, sastrawan dengan berbagai rupa akademisi yang pernah hadir menghiasi wajah dunia sastra Indonesia kala itu. Sebagai sastrawan yang termasuk dalam periode Angkatan 1966-1970 an itu, ia telah banyak memberikan ide dan pemikirannya, yang dituangkan dalam bentuk tulisan, untuk negeri Indonesia.

*Sumber

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s