Karya Seorang Penakut

mengatasi_anak_yang_penakut

Menciptakan sebuah karya yang otentik pasti akan menjadi impian setiap orang yang berhasrat. Terlepas apapun karya tersebut. Karya tidak melulu soal keindahan atau seni, bagiku karya lebih kepada satu bukti eksistensi diri di alam raya ini, entah itu berupa benda atau sumbangan pemikiran.

Dengan karya, maka kita ada. Dan dengan karya, maka kita telah meninggalkan seberkas jejak di dalam bagian sejarah. Apakah karya tersebut akan dikenang atau tidak, bukan menjadi soal. Semua orang berhak mendefinisikan karya dengan cara mereka sendiri. Sementara bagiku, esensi dari sebuah karya adalah suatu hal yang dapat memberikan manfaat baik itu untuk diri kita sendiri ataupun orang banyak.

Seperti ucapan Tuhan dalam kitabnya, bahwa sebaik-baik manusia adalah ia yang membawa manfaat bagi orang di sekitarnya. Indah, bukan?

Benar, bagiku karya terbesar seorang manusia adalah suatu hasil dari dirinya baik itu berupa buah pemikiran ataupun benda yang dapat memberikan manfaat kepada orang banyak. Bayangkan, betapa indahnya jika karya yang kita hasilkan ternyata dapat membawa senyum bahagia untuk orang-orang di sekitar kita. Tentunya itu adalah sebuah kepuasan yang tidak dapat ditakar dengan materi.

Telah begitu banyak tercatat dalam sejarah, nama-nama dari mereka yang telah membuahkan karya luar biasa bagi kehidupan dan kemanusiaan. Mereka adalah orang-orang luar biasa yang terkenal berani meruntuhkan tembok penghalang di hadapan mereka.

Lantas, bagaimana jika ada seorang penakut yang ingin berkarya? Pantaskah ia atau berhasilkah ia dengan karyanya?

Mimpi untuk berkarya kadang menghadirkan hasrat yang utopis bagi seorang penakut. Sering terbersit niat yang tulus untuknya berkarya, tapi cukupkah modal yang ia miliki untuk membuahkan suatu karya? Bagi seorang penakut, kadang memiliki mimpi pun sudah menjadi barang mewah, namun ia hanya berani sampai pada batas itu. Ketakutan adalah penghalang terbesarnya. Ketakutan akan penolakan, cibiran, bahkan rasa rendah diri seringkali sulit untuk ia lawan. Angan untuk melihat tawa bahagia dari orang di sekitarnya pun tidak jarang pupus tanpa pernah terealisasikan.

Menjadi penakut memang memuakkan. Terlebih ketika tidak ada dukungan serta dorongan yang hadir bagi seorang penakut.

Karya adalah sebuah hasil dari mereka yang pemberani. Sementara penakut, hanya akan berkutat pada sebuah angan dan mimpi, tanpa keberanian untuk mewujudkannya. Jika memang seorang pemberani dan penakut akan terus terpisah jurang nasib, maka biarlah. Namun jika seorang pemberani dan penakut dapat dipersatukan untuk saling mendukung satu sama lain untuk sebuah karya yang abadi, maka buatlah dunia menjadi saksinya.

Ini adalah masa ketika seorang penakut ingin turut andil dalam berkarya, namun ia terhalang oleh tembok keraguan yang berlapis. Dan ini juga adalah masa ketika seorang penakut ingin memulai kolaborasi dengan seorang pemberani untuk memunculkan karya mereka yang digdaya.

Februari, 2017
Salam Ikeh.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s