Karya Seorang Penakut

mengatasi_anak_yang_penakut

Menciptakan sebuah karya yang otentik pasti akan menjadi impian setiap orang yang berhasrat. Terlepas apapun karya tersebut. Karya tidak melulu soal keindahan atau seni, bagiku karya lebih kepada satu bukti eksistensi diri di alam raya ini, entah itu berupa benda atau sumbangan pemikiran.

Dengan karya, maka kita ada. Dan dengan karya, maka kita telah meninggalkan seberkas jejak di dalam bagian sejarah. Apakah karya tersebut akan dikenang atau tidak, bukan menjadi soal. Semua orang berhak mendefinisikan karya dengan cara mereka sendiri. Sementara bagiku, esensi dari sebuah karya adalah suatu hal yang dapat memberikan manfaat baik itu untuk diri kita sendiri ataupun orang banyak.

Seperti ucapan Tuhan dalam kitabnya, bahwa sebaik-baik manusia adalah ia yang membawa manfaat bagi orang di sekitarnya. Indah, bukan?

Benar, bagiku karya terbesar seorang manusia adalah suatu hasil dari dirinya baik itu berupa buah pemikiran ataupun benda yang dapat memberikan manfaat kepada orang banyak. Bayangkan, betapa indahnya jika karya yang kita hasilkan ternyata dapat membawa senyum bahagia untuk orang-orang di sekitar kita. Tentunya itu adalah sebuah kepuasan yang tidak dapat ditakar dengan materi.

Telah begitu banyak tercatat dalam sejarah, nama-nama dari mereka yang telah membuahkan karya luar biasa bagi kehidupan dan kemanusiaan. Mereka adalah orang-orang luar biasa yang terkenal berani meruntuhkan tembok penghalang di hadapan mereka.

Read More

Advertisements

[Review] King of Artist The Trafalgar Law: Si Bajak Laut Yang Lagi Telanjang Dada

good-pvc-anime-death-surgeon-font-b-king-b-font-font-b-of-b-font-font

Model: King of Artist The Trafalgar Law

Manufacture: Unknown (Bootleg Banpresto)

Tinggi: 26 cm

Artikulasi: No

Rate: 3.8/5


Siapa yang tidak mengenal Trafalgar Law?

Ya, ia adalah karakter dari seri manga One Piece. Law adalah kapten sekaligus dokter bedah dari kru Heart Pirates yang berasal dari North Blue. Meskipun sempat berstatus rookie, tapi nilai buruannya sudah mencapai  200.000.000 belly, nilai buruan yang terbilang cukup besar untuk seorang bajak laut dengan status rookie. Sosok Law mulai mencuri perhatian para pecinta manga One Piece setelah ia berperan besar dalam menyelamatkan nyawa Luffy saat perang di Marineford. Setelah perang yang berkecamuk itu selesai, ia pun diangkat menjadi Shichibukai yang baru setelah berhasil menyerahkan seratus jantung kepada Pemerintah Dunia, yang sekaligus menaikkan nilai buruannya menjadi  440.000.000 belly. Seperti yang telah diketahui, Law juga memiliki kekuatan buah iblis yang bernama Ope Ope no Mi, dengan memakan buah iblis jenis ini maka Law memiliki kemampuan untuk dapat menciptakan sebuah ruang yang membatasi gerak lawan dan dapat dikontrolnya sesuka hati.

Read More

Dialah Umar Kayam

Menandai hari kemerdekaan Indonesia yang ke-71 ini, saya pribadi berniat untuk secara berkelanjutan membuat semacam kolom tulisan yang isinya memuat tentang profil para tokoh sastrawan Indonesia, baik dari periode angkatan pujangga lama hingga angkatan 2000-an. Dengan tulisan semacam ini bukan berarti saya menjadi lebih tahu mengenai para sastrawan ini, melainkan saya pribadi menjadikan medium ini untuk saya agar lebih mengenal dan mengetahui para sastrawan yang ada di Indonesia, dan tentunya semoga tulisan semacam ini nantinya juga dapat bermanfaat bagi pembaca sekalian.

Baiklah untuk tulisan perdana, mari kita mulai dengan sosok pria satu ini

Umar Kayam (1932-2002)

umar kayam

Pria kelahiran Ngawi, Jawa Timur, tahun 1932 ini merupakan seorang sosiolog, novelis, cerpenis, dan budayawan juga seorang guru besar di Fakultas Sastra Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Bahkan ia juga sempat bermain sebagai Bung Karno dalam sebuah film propaganda yang digarap oleh pemerintah Orde Baru yang berjudul Pengkhianatan G-30 S PKI. Film yang sempat menjadi tontonan wajib bagi seluruh warga Indonesia mulai dari anak-anak sampai orang dewasa pada masa itu.

Read More

Doa Seorang W.S Rendra

Processed with VSCO

Judul : Doa Untuk Anak Cucu

Penulis : W.S. Rendra

Penyunting : Edi Haryono

Penerbit : Bentang Pustaka

Tahun Terbit : 2013 (cetakan I)

Tebal Halaman : 105 halaman

Rate : 5/5


….

Amarah dan duka

menjadi jeladri dendam

bola-bola api tak terkendali

yang membentur diri sendiri

dan memperlemah perlawanan.

Sebab seharusnya perlawanan

membuahkan perbaikan,

bukan sekadar penghancuran

….

Itulah sepenggal puisi W.S. Rendra yang berjudul Inilah Saatnya, yang juga dimuat dalam buku ini. Buku ini merupakan kumpulan puisi Rendra yang belum pernah dibukukan, setidaknya begitulah kalimat yang tertera pada cover buku ini.

Sejujurnya aku belum akrab dengan yang namanya puisi, bahkan penyair-penyair legendaris Indonesia pun tidak banyak yang aku ketahui termasuk Rendra, tetapi beberapa waktu terakhir ini batinku seperti ingin lebih mengenal sastra. Aku ingin lebih mengenal puisi-puisi dan penyairnya, dan itu ku mulai lewat buku ini.

Memang, sebelumnya ada beberapa kumpulan puisi yang sudah aku baca (aku tidak sebutkan judulnya), tetapi setelah membacanya aku tidak merasakan apa-apa dari puisi-puisi tersebut. Entah karena aku yang belum peka terhadap sastra atau memang puisinya yang tidak memberikan apa-apa pada ku, yang jelas aku merasa biasa saja.

Read More