Ingin Jadi Penulis, Katanya.

writing

Usianya sudah hampir menanjak seperempat abad dan masih memiliki sekelebat pemikiran di dalam kepalanya yang setara dengan pentium IV. Ia sudah cukup berumur, dan boleh dikatakan telah dewasa. Disaat rekan sejawat dan seperjuangan telah mulai menapaki kehidupan yang baru dan menantang, ia masih belum memulai langkah panjangnya. Katanya ia sempat berujar ingin menjadi pengusaha, namun tak berapa lama, ia berujar lagi kalau dunia sebagai penulis pun ingin dijajaki. Keinginan yang sepertinya selalu berubah-ubah. Nah, yang terakhir kali, ia sempat membatin bahwa hidup itu mengalir saja, nikmati dan tak perlu risau, let it flow saja katanya. Bah, ternyata ia sudah mulai merambah pemikiran sufi, yang tak tahu darimana datangnya itu.

Nah, saat berniat menjadi pengusaha, ia mencoba untuk berjualan buku. Pikirnya itu adalah kesempatan, karena tidak banyak yang menggeluti bidang tersebut dan dunia literasi juga sedang/akan menanjak. Namun karena angin-anginan, kegiatan itupun tak berapa lama pula ia geluti. Alasannya sih karena tidak banyak memiliki modal, tidak memiliki koneksi bisnis, atau distributor yang sulit dicapai.

Read More

[Review] The Dead Returns: Ketika Hidup Lebih Berharga Dari Kematian

the-dead-returns

Judul: The Dead Returns

Penulis: Akiyoshi Rikako

Penerjemah: Andry Setiawan

Penerbit: Haru

Tahun Terbit: Juli 2016 (Cetakan 5)

Rate: 3.8/5


“Keberadaanku sekarang adalah hasil dari pengorbanan banyak orang. Sebenarnya aku harus melepas ini semua. Tapi, meskipun aku tahu itu, aku masih saja ingin berada di sini” – The Dead Returns. hlm 155

Sinopsis

Suatu malam, aku didorong jatuh dari tebing. Untungnya aku selamat.

Namun, saat aku membuka mataku dan menatap cermin, aku tidak lagi memandang diriku yang biasa-biasa saja. Tubuhku berganti dengan sosok pemuda tampan yang tadinya hendak menolongku.

Dengan tubuh baruku, aku bertekad mencari pembunuhku.

Tersangkanya, teman sekelas. Total, 35 orang. Salah satunya adalah pembunuhku

Read More

[Review] Holy Mother: Ketika Cerita Kriminal Dikemas Dengan Begitu Semprul

novel-terbaru-akiyoshi-rikako-holy-mother

Judul: Holy Mother

Penulis: Akiyoshi Rikako

Penerjemah: Andry Setiawan

Penerbit: Haru

Tahun Terbit: Agustus 2016 (Cetakan I)

Rate: 4.5/5


“Honami sekarang berumur 46 tahun. Kaoru yang berumur 3 tahun ini lahir saat dia berumur 43 tahun. Wanita itu sama sekali tidak mengira ia bisa memeluk Kaoru di umurnya tersebut” – Holy Mother. hlm 6

Sinopsis

Terjadi pembunuhan mengerikan terhadap seorang anak laki-laki di kota tempat Honami tinggal. Korban bahkan diperkosa setelah dibunuh. Berita itu membuat Honami mengkhawatirkan keselamatan putri satu-satunya yang dia miliki. Pihak Kepolisian bahkan tidak bisa dia percayai.

Apa yang akan dia lakukan untuk melindungi putri tunggalnya itu?

Spoiler Alert!

Pada suatu pagi, kota kecil bernama Aiide dikejutkan dengan penemuan sesosok mayat anak laki-laki berusia 4 tahun yang bernama Yukio. Ia ditemukan tergeletak di tepi sungai dengan kondisi telanjang serta alat vital yang telah dipotong.

Selain itu, yang membuat pihak kepolisian kesulitan adalah kondisi mayat yang sangat bersih karena telah dimandikan dengan cairan peroksida/pemutih oleh pelaku, sehingga menghilangkan jejak darah, DNA, serta bukti lainnya yang dapat memudahkan polisi melacak pembunuhnya. Setelah melalui proses autopsi, ternyata ditemukan bekas tindak pemerkosaan pada mayat sehingga memuculkan dugaan bahwa pelaku adalah seorang pengidap kelainan seksual.

Read More

[Review] The Children of Hurin: Kisah Paling Tragis Dalam Sejarah Middle Earth

img_20161215_192350

Judul : The Children Of Hurin (Putra-putri Hurin)

Penulis : J.R.R. Tolkien

Penerjemah: Gita Yuliani K

Penerbit : Gramedia Pustaka Utama

Tahun Terbit : April 2016 (Cetakan 1)

Rate : 5/5


“Karena orang yang lari dari ketakutan ternyata hanya mengambil jalan pintas untuk menjumpai ketakutannya itu” – The Children Of Hurin. hlm 45

Sinopsis:

Kisah anak-anak Hurin berlangsung jauh sebelum The Lord of The Rings, ketika Morgoth masih menghuni benteng Angband di Utara. Dalam bayang-bayang Angband serta perang yang dikobarkan Morgoth terhadap Elves inilah nasib Turin dan adiknya Nienor saling terkait secara tragis.

Hidup mereka yang singkat dan penuh tragedi didominasi kebencian Morgoth yang luar biasa terhadap Hurin, manusia yang berani menentangnya terang-terangan. Morgoth mengirim pelayannya yang paling digdaya, Glaurung, roh dahsyat berbentuk naga api raksasa tak bersayap, untuk menggenapi kutukan Morgoth dan menghancurkan anak-anak Hurin.

Dimulai oleh J.R.R. Tolkien pada akhir Perang Dunia Pertama, The Children of Hurin menjadi kisah yang dominan dalam karya Tolkien setelahnya tentang Middle-earth. Tetapi dia tak sempat mewujudkannya dalam bentuk final. Dalam buku ini Christopher Tolkien telah menyusun suatu narasi yang utuh tanpa intervensi penyuntingan, setelah melalui pengkajian lama atas naskah-naskah ayahnya.

Read More